Senin, 30 Agustus 2010

Keutamaan Ramadhan

Ini adalah suatu Bab yang menyatakan Kelebihan Bulan Ramadhan.

Dari Anas Ra. dari Nabi Saw, 'Tiada seorang hamba melihat awal bulan (hilal) lalu ia bertahmid dan memuji (mensyukurinya), dan membaca Fatihah sebanyak 7 kali, melainkan ia dihindari dari penyakit mata pada bulan itu'.

Dari Ali Ra., sabda Nabi Saw,

يَا عَلِيُّ إِذَا رَأَيْتَ الْهِلَالَ فِيْ أَوَّلِ الشَّهْرِ فَقُلْ الله أَكْبَرُ ثَلاَثاً وَالْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَنِيْ وَخَلَقَكَ وَقَدَّرَكَ مَنَازِلَ وَجَعَلَكَ آيَةً لِّلْعَالَمِيْنَ يُبَاهِي اللهُ بِكَ الْمَلاَئِكَةَ يَقُوْلُ يَا مَلاَئِكَتِيْ اُشْهِدُوْا إِنِّيْ قَدْ أَعْتَقْتُ هَذَا الْعَبْدَ مِنَ النَّارِ

'Apabila engkau melihat awal bulan maka bacalah 'Allaahu Akbar' 3 kali dan Alhamdulillaahiladzii kholaqonii wakholaqoka waqoddaroka manaazila waja'alaka aayatal lil 'aalamiin, niscaya Allah akan membanggakannya di hadapan para malaikat, 'Saksikanlah kalian bahwa Aku telah memerdekakannya dari api neraka!'

Atau bacaan,

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ وَالإِِسْلامِ ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahumma ahillahu ‘alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah.

[Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah]” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ad Darimi. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan karena memiliki penguat dari hadits lainnya)

Dari Ibnu Abbas Ra., berkata bahwasanya ia mendengar Nabi Saw bersabda bahwa syurga itu bergaya (genit) dan berhias dari suatu saat ke saat karena memasuki bulan Ramadhan. Apabila memasuki awal bulan Ramadhan angin bertiup dari bawah Arasy, dikatakan baginya 'matsiiroh' maka bergoyang segala daun dan dahan di sekeliling pintu syurga. Saat itu diperdengarkan alunan suara merdu yang belum pernah seorang pun di dunia mendengarnya akan keindahannya itu. Bidadari-bidadari berhias dan berdiri di tempat (ruang) utama di syurga. Mereka berseru, 'Adakah yang mau meminang kami kepada Allah Ta'ala sehingga dinikahkan kami dengannya? Wahai Ridhwan (penjaga syurga), malam apakah ini?' Malaikat Ridhwan menjawab, 'Labbaik, ini adalah malam pertama bulan Ramadhan!' Firman Allah Ta'ala, 'Wahai Ridhwan, bukakanlah pintu-pintu syurga untuk umat Muhammad 'Alayhis Salam yang berpuasa. Wahai Malik (penjaga neraka), tutuplah pintu-pintu neraka bagi umat Muhammad 'Alayhis Salam yang berpuasa. Wahai Jibril, turunlah engkau ke bumi. Ikatkan dan kuatkan belenggu syetan beserta segala pengikutnya. Lemparlah ke ombak lautan agar tidak membinasakan umat KekasihKu yang sedang berpuasa!'

Allah berfirman pada setiap malam di bulan Ramadhan, 'Adakah orang yang memohon kepadaKu, niscaya akan Aku berikan. Adakah orang yang bertaubat kepadaKu niscaya akan Aku terima. Adakah orang yang memohon ampun kepadaKu niscaya akan Aku berikan ampunan!?'

Ada penyeru di bulan Ramadhan mengumandangkan, 'Siapa yang memberi hutang bagi yang kaya tidak akan dimiskinkan, semua akan dibayar dan tidak akan dizhalimi!'

Allah setiap hari di bulan Ramadhan melakukan sejuta pembebasan dari api neraka kepada orang yang telah wajib atasnya siksa-Nya.

Adalah pada hari dan malam Jum'at dimerdekakan sejuta kali dalam setiap saat atas penghuni neraka yang telah ditetapkan siksa-Nya. Dan pada akhir bulan Ramadhan, dimerdekakan dari siksa api neraka sejumlah bilangan pembebasan dari awal hingga akhir Ramadhan.

Dan sabda Nabi Saw, 'Barang siapa hadir di majelis dzikir pada bulan Ramadhan, ditulis bagi setiap langkahnya itu ibadah setahun, di hari kiamat besertaKu di bawah 'Arasy, barang siapa mengekali sholat berjama'ah di bulan Ramadhan maka diberi oelh Allah Ta'ala sebuah kota yang bercahaya cemerlang, barang siapa yang berbuat bakti kepada kedua orang tuanya dengan sesuatu yang ia mampu lakukan maka Allah akan melihatnya dengan pandangan lembut dan sayang, dan aku (Rasulullah) mengakuinya (sebagai umat), barang siapa yang menuntut keridhaan suaminya di bulan Ramadhan maka ia akan diberikan pahala Siti Maryam, barang siapa yang menyampaikan hajat seorang muslim pada bulan Ramadhan maka akan dikabulkan sejuta hajatnya, barang siapa berjalan dengan sedekahnya untuk orang faqir yang mempunyai tanggungan maka ditulis baginya setiap langkahnya itu seribu kebajikan dan dihapus baginya seribu kejahatan serta diangkat seribu derajat'.

Jam'ul Jawami', Syekh Daud bin Abdullah al-Fathani

31 Agustus 2010.

Selasa, 10 Agustus 2010

ANALOGI YANG MENGAGUMKAN !

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan
merapikan brewoknya.

Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang, "Saya tidak percaya Tuhan itu ada".

"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan....untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan
dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker-istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata," Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima, "Kamu kok bisa bilang begitu!?". Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. "Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!"-kata si konsumen menyetujui. "Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi...orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!!

COBA LOGIKA INI KITA TERAPKAN KEPADA ORANG YANG TIDAK MEMPERCAYAI ADANYA WALI ALLAH, ATAU PEWARIS KENABIAN bagi mereka yang mempercayai keberadaannya pada masa sekarang. Bukan Utusan-Nya yang disalahkan, tapi orang yang tidak mau mencarinya, karena MENGANGGAPNYA TIDAK ADA!

TIDAK HANYA NABI KHIDIR!!

Kita mungkin pernah mendengar kisah dalam Al-Quran (S. Al-Kahfi) yang menyebutkan bahwasanya Nabi Khidir pernah membunuh seorang anak kecil, serta melakukan 2 perkara aneh lainnya. Kejadian itu tampak di hadapan Nabi Musa As. sehingga membuat beliau bertanya-tanya mengapa hal itu dilakukannya.

Ternyata hal-hal yang tidak dimengerti atau berbau kontroversial tidak hanya terjadi pada Nabi Khidir saja, melainkan juga terjadi pada orang-orang selain para Nabi Alaihis Salam. Berikut ini kita simak cerita-cerita yang banyak mengandung hikmah:

ABU SULAIMAN AL DARANI berkata: "Suatu hari Nabi Musa Alaihis Salam melewati seseorang yang diterkam binatang buas. Musa Alaihis Salam mencari tahu tentang orang tersebut. Ternyata ia seorang soleh. Lalu Nabi Musa bermunajat: "Ya Tuhanku, sesungguhnya ia orang yang taat kepada-Mu, mengapa aku diberi kesempatan untuk menyaksikan peristiwa ini?" Allah SWT menjawab: "Sesungguhnya ia telah memohon derajat yang tinggi, tetapi amalnya belum mencapai derajat tersebut. Oleh karena itu, Aku berikan cobaan kepadanya agar dapat mencapai derajat yang dia inginkan."

Lain waktu Nabi Musa bermunajat dibukit Thursina. Isinya: "Ya Allah, tunjukkanlah keadilan-Mu kepadaku!" Allah memerintahkan Nabi Musa turun ke lembah. Tidak lama kemudian Musa melihat seorang penunggang kuda datang menuju sebuah sumur. Di situ ia minum dan berwudhu. Setelah salat ia buru-buru pergi, sampai-sampai satu kantong yang berisi uang seribu dinar, tertinggal. Tidak lama kemudian datang seorang bocah. Ia mampir di sumur itu untuk minum. Melihat ada sebuah kantong, ia pungut dan membawanya pergi. Berikutnya datang lagi seorang kakek yang buta. Dengan tertatih-tatih, ia berhasil juga menemukan air. Usai minum ia berwudhu dan salat. Setelah salam, datang lagi si Penunggang Kuda yang kantongnnya ketinggalan. Ia menuduh si kakek itulah yang mengambil kantong tersebut. Walaupun berbagai argumentasi telah disampaikannya kepada si Penunggang kuda itu, namun tuduhan tetap kepadanya. Akhirnya si Penunggang Kuda habis kesabarannya dan ia bunuhlah si kakek buta itu.

Melihat adegan itu, Musa munajat: "Ya Tuhan, sungguh aku tidak sabar atas kejadian itu. Namun aku yakin Engkau sangat adil. Mengapa kejadian mengenaskan itu bisa terjadi?" Malaikat Jibril
Alaihis Salam turun menjelaskan: "Anak kecil yang memungut kantong itu adalah mengambil haknya. Dahulu, ayahnya pernah bekerja di tempat si Penunggang Kuda itu, tetapi ia tidak membayar secara penuh, sejumlah seribu dinar tersebut. Adapun kakek buta itu adalah orang yang telah membunuh ayah anak kecil itu sebelum mengalami kebutaan."

Nabi Musa
Alaihis Salam pernah melihat seorang yang sedang berdoa dengan khusyuk dan nampak memelas. Musa merasa hiba kepada orang itu, karena doanya belum juga dikabulkan Tuhan. Lalu Nabi Musa bermunajat lagi: "Ya Tuhan, jika saja aku mempunyai apa yang dimintanya itu, niscaya akan aku berikan!" Allah SWT menjawab: "Wahai Musa, ketahuilah bahwa Aku sayang kepada orang itu. Akan tetapi dia berdoa kepada-Ku sedangkan hatinya masih mengingat pada kambing yang dimilikinya. Aku tidak mau mengabulkan doa seorang hamba yang ketika berdoa hatinya masih mengingat selain-Ku."


Dikisahkan lagi, Nabi Musa
Alaihis Salam mengadukan sakit giginya kepada Allah. Allah berfirman: "Ambillah rumput tifani dan letakkan di gigimu yang sakit." Nabi Musa Alaihis Salam megikuti perintah itu. Seketika sakit giginya hilang. Beberapa waktu kemudian, ia mengelami sakit gigi lagi. Karena sudah tahu obatnya, ia langsung mengambil rumput tifani dan meletakkannya sebagaimana pertama kali. Cuma anehnya, kali ini bukannya sembuh, sakit giginya justru bertambah parah. Nabi Musa Alaihis Salam kembali memohon pertolongan Allah SWT. Allah SWT berfirman: "Wahai Musa! Aku adalah yang menyembuhkan dan menyehatkan. Aku adalah yang memberikan bahaya dan manfaat. Pada waktu pertama, engkau melakukannya karena Aku, sehingga Kuhilangkan penyakitmu. Sedangkan sekarang engkau melakukannya bukan karena Aku, melainkan rumput tifani itu. (Hikayat Sufi).

Pada lain waktu, nabi Musa Alaihis Salam bermunajat kepada Allah: "Ya Tuhan. Katanya Engkau Pengasih lagi Penyayang. Tapi kenapa masih ada hamba-Mu yang dimasukkan ke dalam neraka?" Allah SWT tidak menjawab langsung, tapi menyuruh Musa menanam padi sampai dipanen dan hasilnya dibawa pulang ke rumah. Perintah Allah itu dikerjakan oleh nabi Musa Alaihis Salam. Kemudian Allah SWT bertanya: "Apakah semua padi hasil panen itu kau bawa pulang kerumah?" Musa menjawab: "Tidak, ya Tuhan! Yang saya bawa pulang adalah padi yang baik. Sedang yang tidak baik (hampa) dan busuk, saya bakar, agar tidak merusak padi yang baik-baik." Lalu Alllah SWT menjawab: "Begitulah, wahai Musa. Bagi hamba-hamba- Ku yang baik, Aku masukkan ke dalam surga-Ku. Tapi yang tidak baik Aku bakar agar tidak merusak hamba-Ku yang baik-baik." Wallahu a’lam. **